Reklame Kawasan Simpanglima Makin Bersih, ini Kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

  • Bagikan
Muhammad Afif Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

SEMARANG — Perubahan wajah Kota Semarang terutama di pusat kota seperti di Kawasan Simpanglima, yang kini telah berubah signifikan yang terlihat makin bersih dan tertata setelah adanya penataan reklame dari Pemkot Semarang melalui Dinas Penataan Ruang (Distaru), ditanggapi oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif.

Menurut Afif, perubahan makin bersih dan indah akan dirasakan juga oleh masyarakat saat melintas di tempat strategis, dan ikon wisata Kota Semarang, yakni Kawasan Simpang Lima. Sehingga tidak ada lagi anggapan dari masyarakat jika Kawasan Simpang Lima jadi hutan reklame.

“Kalau saya dulu pas melintas di Kawasan Simpanglima penuh papan reklame yang dipasang tidak beraturan sehingga terkesan semrawut. Sekarang nampak makin bersih, jadi tidak semua reklame dipasang, bahkan sebagian besar diganti reklame yang modern dan praktis menjadi videotron,”terangnya, Kamis (15/12/2022).

Dirinya mendorong Dinas Penataan Ruang (Distaru) untuk melakukan penataan reklame di tempat strategis, karena bisa jadi potret wajah kota Semarang, dan menambah kesan bersih dan rapi oleh para wisatawan dari luar kota Semarang dan sekitarnya saat berkunjung.

“Kalau orang luar ke sini, ya pasti akan ke ikon Semarang di Simpang Lima, sehingga penting untuk membuat wajah kota agar menarik wisatawan. Sehingga perlu penataan reklame agar tidak semua papan spanduk maupun poster dipasang,”paparnya.

Dikatakan Afif, meski videotron lebih modern dan praktis serta cepat diganti-ganti kontennya sesuai kebutuhan. Namun,tidak semua reklame harus diganti menjadi videotron bisa disesuaikan dengan titik penempatannya.

“Memang videotron semakin tersebar luas terutama di kota-kota besar lainnya, misalnya di jalan-jalan dan gedung bertingkat. Dan bisa menyajikan gambar dan audio untuk media periklanan, dapat menarik masyarakat daripada reklame yang konvensional. Tapi selama reklame yang konvensional tidak menggangu pandangan dan penempatannya juga ditata, meski lokasinya tidak terlalu strategis tidak harus diganti semua,” pungkas Afif. (HS-06)

  • Bagikan