Banjir Landa Kota Semarang, DPRD Harapkan Pemerintah Gercep Lakukan Langkah Antisipatif

CEK BANJIR. Anggota DPRD Kota Semarang saat mengecek daerah terdampak banjir pada Ahad (1/1/2023).

SEMARANG – Banjir yang melanda Kota Semarang pada Sabtu (31/1/2022) kemarin menjadi kado awal tahun yang cukup pahit bagi Kota Semarang.

Untuk itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang M Sifin Almufti meminta Pemkot melakukan segera melakukan langkah antisipatif, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga Selasa (2/1/2023).

“Ada dua yang saya tekankan, yang pertama adalah proeyeksi antisipatif, dimana penanganan harus semua kanal, dimana perlu adanya informasi yang disampaikan jalur mana saja yang memang terdampak banjir parah di Kota Semarang, misalnya di daerah pemilihan kami di Gayamsari, Genuk dan Pedurungan itu terdampak,”katanya.

Proyeksi antisipatif tersebut, kata Sifin, bukan hanya terkait jalur antisipatif, tetapi juga pelibatan semua elemen dalam menangani banjir akhir tahun 2022 ini.

“Penting juga melibatkan jaringan tokoh masyarakat, utamanya bagi wilayah yang benar-benar membutuhkan dan belum ter-back-up bisa melibatkan termasuk tokoh masyarakat termasuk dewan,”kata pria yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Semarang ini.

Tak hanya itu, Pemerintah, kata Sifin, juga harus gerak cepat (gercep) kaitan dengan penanganan korban banjir, termasuk hal-hal yang dibutuhkan oleh para korban.

“Yang ketiga adalah tindakan yang cepat, dimana sampai Ahad (1/11/2023) kemarin yang memang dimana-mana dibutuhkan sembako, dapur umum, itu butuh penyaluran banyak sekali di masyarakat,”tandasnya.

Di sisi lain, imbuh Sifin, keandalan dan kesiapan sarana evakuasi juga perlu ditingkatkan. Hal itu berdasarkan pengalaman dirinya menghubungi BPBD saat membutuhkan perahu di wilayahnya ternyata perahu tidak tersedia.

“Untuk evakuasi korban jujur menurut saya masih kekurangan perahu, saya kemarin telepon BPBD, tapi rupanya perahu kami harapkan ada tidak ada karena sudah mencar-mencar, jadi kami harapkan Pemerintah memperbanyak kesiapan sarana evakuasi,”paparnya.

Tidak hanya kepada pemerintah, secara khusus, Sifin juga mengajak masyarakat, khususnya yang tidak terdampak banjir untuk meningkatkan kepedulian sesama warga Kota Semarang.

“Terkait dengan kepedulian juga banjir nasi bungkus juga penting, karena wilayah yang memang tidak banjir untuk ditumbuhkan kepedulian antar sesama warga, mungkin yang saat ini dibutuhkan ya nasi bungkus, kemudian obat-obatan dan kebutuhan pokok lainnya,”pungkasnya.