Pojok Fraksi

Jelang MTQ Nasional, Dini Inayati Ingatkan Pemkot Jaga Wajah Simpang Lima di Tengah Proyek Drainase

SEMARANG — Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Dini Inayati, menyoroti proyek drainase dan penataan taman di kawasan Simpang Lima yang tengah berjalan berbarengan dengan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional pada 12 September mendatang. Ia menilai, potensi benturan antara proyek fisik dan agenda nasional ini semestinya sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan.

Menurut Dini, pekerjaan penanganan banjir sekaligus pembenahan taman di Simpang Lima memang sudah masuk anggaran sejak 2025 dan mustahil dihentikan begitu saja, mengingat fungsinya yang vital bagi kota.

“Ini proyek vital penanganan banjir sekaligus pembenahan wajah Kota Semarang, jadi memang tidak bisa ditunda,” katanya, Kamis (3/9/2026).

Meski begitu, ia menilai kelanjutan proyek harus dibarengi kerapian di lapangan. Tumpukan material yang berserakan, menurutnya, berisiko menciptakan kesan buruk di mata para tamu nasional yang hadir.

“Jangan sampai material proyek yang terhampar acak memberi kesan kotor dan mencoreng citra daerah di mata ribuan kafilah serta tamu undangan,” ujarnya.

Dini turut menyoroti sisi keselamatan warga maupun peserta MTQ yang akan berlalu-lalang di sekitar area proyek. Ia meminta Pemkot memasang barikade dan penerangan tambahan di titik-titik galian, sekaligus memastikan saluran pembuangan darurat berfungsi baik apabila hujan turun saat acara berlangsung agar genangan air tidak sampai mengganggu jalannya kegiatan.

Selain persoalan fisik proyek, Dini juga menaruh perhatian pada nasib pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Simpang Lima. Baginya, gelaran MTQ Nasional semestinya menjadi berkah ekonomi bagi mereka, bukan justru membuat pedagang kehilangan tempat berjualan.

“Penataan PKL juga harus dipikirkan dengan baik. Ini momen para PKL mremo karena event nasional dan akan banyak orang datang ke Semarang. Ini jadi kesempatan mendongkrak ekonomi di Semarang. Jangan sampai mereka terlantar,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi lonjakan kunjungan warga juga berisiko memicu kemacetan, sehingga Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang perlu segera menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir darurat, hingga jalur khusus bagi kendaraan darurat. Ia menilai, koordinasi lintas OPD semestinya sudah dimatangkan sejak jauh hari, mengingat proyek dan agenda MTQ sama-sama telah diketahui sejak awal.

Menanggapi sorotan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan seluruh area proyek akan ditutup rapat selama pelaksanaan MTQ berlangsung, baik pekerjaan drainase maupun penataan taman yang berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Proyek drainase Simpang Lima ini masa pengerjaannya memang lama, sampai akhir Desember. Karena itu, saat pelaksanaan MTQ nanti area pengerjaan proyek akan kita tutup rapat seluruhnya,” kata Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto.

Ia menyebut, pengerjaan saat ini difokuskan pada tiga titik gorong-gorong utama agar aliran air bisa langsung masuk ke saluran bawah tanah apabila hujan turun selama acara berlangsung, sembari memperketat pengawasan di lapangan agar warga tidak masuk ke area konstruksi.

Dini Inayati berharap, sinergi antara DPRD, Pemkot, dan seluruh OPD terkait terus diperkuat menjelang hari pelaksanaan, agar proyek penanganan banjir tetap berjalan sesuai target tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan selama Kota Semarang menjadi sorotan nasional lewat gelaran MTQ.