Pojok Fraksi

Joko Widodo Menyoroti Revitalisasi Semarang Zoo Harus Jelas, Satwa Jangan Ditelantarkan

SEMARANG — Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mendesak Pemerintah Kota Semarang segera mengambil keputusan tegas terkait arah pengembangan Kebun Binatang Semarang (Semarang Zoo). Kepastian revitalisasi ini dinilai mendesak agar objek wisata edukasi kebanggaan warga tersebut tak makin tertinggal.

Joko menyebut, rencana revitalisasi Semarang Zoo sebenarnya sudah punya payung hukum lewat Perda Penyertaan Modal senilai Rp96 miliar. Sayangnya, eksekusi di lapangan justru mandek akibat perubahan arah kebijakan usai pergantian kepala daerah.

“Kalau mau tetap dipertahankan, Semarang Zoo memang harus direvitalisasi karena berbagai kondisinya sudah kurang layak menjadi perhatian masyarakat,” ujar Joko Widodo, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, Semarang Zoo punya peran yang lebih besar dari sekadar tempat hiburan komersial. Ada fungsi edukasi dan perlindungan satwa yang harus dijaga di sana.

“Kebun binatang harus dilihat sebagai lembaga konservasi yang memiliki manfaat bagi generasi penerus, sekaligus menjadi destinasi wisata bagi masyarakat,” tegasnya.

Terkait wacana Pemkot yang ingin menggandeng pihak ketiga atau investor, Komisi B mengaku tak keberatan. Hanya saja, Joko mewanti-wanti agar prosesnya tidak berbelit-belit dan memakan waktu terlalu lama.

“Kalau memang rencananya menggandeng pihak ketiga, kami mendukung. Tapi jangan terlalu lama karena ini menyangkut kesejahteraan satwa yang ada di kebun binatang,” cetusnya.

Ia membayangkan konsep Semarang Zoo ke depan harus dirombak total. Mulai dari perbaikan fasilitas kandang, penataan area bersantai, pembuatan gardu pandang, hingga urusan tempat makan. Soal kuliner, Joko menyarankan Pemkot bekerja sama dengan brand yang sudah dikenal ketimbang mengelolanya sendiri.

“Lebih baik menggandeng restoran yang sudah punya nama daripada membangun dan mengelola sendiri,” tambahnya.

Bukan cuma soal investor, masalah anggaran daerah pun ikut disentil. Pada APBD 2026, dana awal Rp5 miliar sebenarnya sudah dipasang dari total Rp96 miliar. Namun, hingga saat ini kucuran dana tersebut belum juga turun ke lapangan.

“Kami sudah mengingatkan melalui Biro Perekonomian agar dana itu segera dicairkan sehingga bisa dilakukan pembenahan di Semarang Zoo,” jelas Joko.

Supaya pengerjaan fisik berjalan maksimal dan aman bagi pengunjung, Joko menyarankan area wisata ditutup sementara selama kurang lebih sembilan bulan saat revitalisasi dimulai nantinya.

Di luar masalah kepastian proyek, Komisi B tetap mengapresiasi terobosan manajemen Semarang Zoo yang mulai menggandeng pihak swasta seperti Aqua demi menjamin sarana hidup satwa.

“Kami melihat secara kinerja sebenarnya sudah mulai membaik. Tinggal sekarang menunggu keputusan pemerintah mengenai arah pengembangan Semarang Zoo ke depan,” pungkas Joko.