SEMARANG — Anggota komisi C DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung implementasi kebijakan pemerintah Kota Semarang, terutama pasca pemilu dan pilkada.
Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Diskusi Panel Kewaspadaan Dini Masyarakat terhadap Potensi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) di Kantor Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Selasa (22/7).
Dalam paparannya, Agus menyampaikan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam mendukung kelancaran program-program pemerintah.
“Masyarakat dan pemerintah itu harus bersatu padu. Kalau tidak, pembangunan tidak akan jalan. Tugas kita sebagai warga adalah mendukung program-program pemerintah,” tegasnya.
Terkait isu lingkungan, Agus juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Ia berharap masyarakat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
“Tugas kita bantu pemerintah untuk menjaga lingkungan hidup. Jangan buang sampah sembarangan, dan mulai belajar memilah sampah. Kita semua punya tanggung jawab di sini,” pesannya.
Di bidang pendidikan, Agus turut mengapresiasi langkah Wali Kota Semarang yang mulai menggratiskan sekolah swasta sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, meskipun belum menyeluruh. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
Agus juga menekankan bahwa APBD Kota Semarang telah diarahkan untuk program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk ikut terlibat, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pengawal kebijakan.
“Kalau masyarakatnya ikut terlibat dan sadar, maka arah pembangunan akan tepat sasaran. Mari kita jaga situasi kota agar tetap aman, stabil, dan kondusif,” tutupnya.








