SEMARANG — Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menimpa Pasar Kanjengan dan berdampak pada ratusan pedagang. kebakaran tersebut menghanguskan 185 kios di Blok F serta 23 ruko di Blok C.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini dan berharap para pedagang diberi kekuatan menghadapi situasi ini,” ujarnya Kamis (30/04/2025).
Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar para pedagang terdampak dapat segera kembali beraktivitas.
Joko Widodo menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang guna mencari solusi terbaik bagi para korban. Dari hasil koordinasi tersebut, terdapat peluang bagi pedagang untuk tetap berjualan di area pasar dengan memanfaatkan kios-kios kosong yang masih tersedia.
Ia menambahkan, secara teknis memang terdapat sejumlah kendala, terutama karena tidak semua kios kosong berstatus tanpa pemilik. Namun demikian, pihaknya optimistis pemerintah memiliki skema penanganan yang dapat mengakomodasi kebutuhan para pedagang.
Selain penempatan sementara, politisi PKS ini juga menekankan pentingnya penanganan menyeluruh, termasuk persoalan permodalan akibat barang dagangan yang habis terbakar.
Ia menilai pemulihan ekonomi pedagang harus menjadi prioritas agar aktivitas perdagangan dapat segera berjalan kembali.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa aspek keamanan pasar harus diperhatikan secara serius. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebakaran pasar kerap dipicu oleh korsleting listrik. Oleh karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh, termasuk audit instalasi listrik di pasar-pasar tradisional.
“Keamanan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang. Dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga pemerintah dan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Blok D Pasar Kanjengan masih memiliki ruang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi sementara bagi pedagang terdampak.
“Di blok D itu masih ada tempat yang kosong dan mereka bisa ditempatkan di sana. Semoga ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati menjaga keselamatan dan keamanan. Pemerintah Kota Semarang juga harus lebih memperhatikan hal ini, misalnya dengan audit sambungan listrik di pasar-pasar atau hal lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
Joko Widodo berharap peristiwa ini menjadi momentum bagi semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Semarang, untuk meningkatkan pengawasan dan sistem keamanan di pasar-pasar tradisional.












