SEMARANG — Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Agus Riyanto Slamet, menjadi pembicara dalam Diskusi Panel Kewaspadaan Dini Masyarakat terhadap Potensi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) di Kota Semarang yang digelar di Aula Kelurahan Petompon, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan yang bertema “Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Menjaga Kondusifitas di Kota Semarang” ini dihadiri langsung oleh unsur masyarakat serta tokoh lingkungan setempat.
Dalam pemaparannya, Agus menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusifitas sosial sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat yang rukun dan saling mendukung akan mendorong kemajuan suatu kota.
“Bangsa yang bisa berkembang adalah bangsa yang masyarakatnya saling membantu dan membangun, bukan saling bermusuhan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan pola pikir positif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi program bantuan pemerintah.
Agus menegaskan bahwa bantuan sosial telah disalurkan berdasarkan sistem yang terukur melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).Dalam penjelasannya, masyarakat diklasifikasikan ke dalam desil 1 hingga 10, di mana kelompok desil 1 hingga 4 menjadi prioritas penerima bantuan, sementara desil di atasnya dianggap telah mandiri.
“Kalau tidak mendapat bantuan, artinya kita dianggap mampu. Maka yang perlu dilakukan adalah bersyukur dan terus berusaha,” jelasnya.
Politisi PKS ini juga memaparkan arah kebijakan pembangunan Kota Semarang yang saat ini berfokus pada sektor lingkungan dan ketahanan pangan.Ia menyebutkan bahwa pengelolaan sampah serta stabilitas harga bahan pokok menjadi prioritas pemerintah kota.
Dalam kesempatan tersebut, Agus turut mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung program-program pemerintah.
“Maka dari itu, kita sebagai warga negara harus ikut serta membantu keberlangsungan program pemerintah,” pungkasnya.










