Semarang – Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika, mengadakan sosialisasi terkait Pengembangan Kurikulum Nasional Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2025 dengan fokus pada materi kesehatan reproduksi.
Acara ini menyoroti urgensi pemahaman tentang kesehatan reproduksi sejak dini sebagai fondasi untuk membangun generasi berkualitas.
“Pemahaman tentang kesehatan reproduksi sejak dini sangatlah mendesak,” ujar Ika, menekankan pentingnya hal tersebut.
Dalam paparannya, Siti Roika juga menekankan bahwa jumlah penduduk yang besar dan berkualitas adalah modal utama kemajuan bangsa. Sebaliknya, tanpa kualitas, jumlah penduduk yang besar justru dapat menjadi beban.
“Untuk menciptakan penduduk yang berkualitas, program Keluarga Berencana (KB) memegang peranan krusial,” ujarnya.
Ika menjelaskan bahwa KB tidak hanya identik dengan upaya menekan angka kelahiran. Lebih dari itu, KB memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk penentuan usia ideal untuk menikah dan perencanaan pendidikan anak dalam keluarga.
“Pemahaman yang komprehensif tentang KB akan membentuk keluarga yang lebih siap dan berkualitas,” tambahnya, menjelaskan dampak positif dari pemahaman tersebut.
Ironisnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya didominasi oleh pernikahan dini, tetapi juga pernikahan anak.
“Bahkan, pernah ada kasus di mana siswi kelas 6 SD sudah hamil,” ungkap Ika.
Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong implementasi materi kesehatan reproduksi yang lebih mendalam dan komprehensif dalam kurikulum SMP 2025.
Dengan begitu, generasi muda dapat memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi demi masa depan yang lebih baik.










