Pojok Fraksi

Atasi Ancaman Kekeringan di Semarang, Suharsono Dorong Gerakan Budikdamber

SEMARANG — Ancaman kemarau berkepanjangan di Kota Semarang perlu diantisipasi lewat langkah konkret penguatan pangan mandiri berbasis rumah tangga.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menegaskan hal itu saat menjadi narasumber pelatihan Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember (Budikdamber) di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Perikanan Kota Semarang tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan warga di tengah musim kering yang memanjang.

Suharsono menilai, masyarakat harus mulai membiasakan pola pemenuhan pangan yang hemat air, berbiaya murah, serta mudah diterapkan di pekarangan sempit.

“Budikdamber ini solusi sederhana. Dalam satu wadah, warga bisa panen ikan sekaligus memetik sayur segar sebagai cadangan pangan keluarga saat kemarau panjang,” ujar Suharsono.

Melalui sistem akuaponik praktis ini, warga memadukan budidaya lele dan tanaman kangkung di media ember, sehingga mampu menyediakan asupan protein hewani dan serat tanpa membutuhkan lahan luas.

Suharsono menambahkan, kemandirian pangan tidak menuntut modal besar maupun area kebun yang luas asalkan dikelola secara konsisten.

“Jangan tunggu persoalan pangan makin sulit. Mulai sekarang dari rumah masing-masing, dari satu ember, lalu kembangkan secara komunal di tingkat RT dan RW,” tegasnya.

Ia pun berharap warga Wates terus mempraktikkan keterampilan ini dan menularkannya ke lingkungan sekitar demi memperkokoh ketahanan pangan Kota Semarang secara berkelanjutan.