SEMARANG – Kota Semarang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari kependudukan, ekonomi, hingga keamanan. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,8 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada 2022, kota ini berhasil menjadi salah satu yang terdepan di Jawa Tengah.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, S.S., M.Si., menyebutkan bahwa berbagai program strategis telah dilaksanakan untuk menjaga kondusivitas kota. Salah satunya adalah instalasi 120 CCTV terintegrasi dan peluncuran aplikasi Semarang Hebat yang telah diunduh oleh lebih dari 50.000 pengguna.
Selain itu, penanganan banjir yang menjadi isu utama berhasil menurunkan titik rawan dari 45 lokasi pada 2020 menjadi hanya 25 lokasi pada 2023. Program Kampung Tangguh Bencana, yang didukung dana CSR sebesar Rp 1,2 miliar, turut berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir hingga 40%.
Pada aspek keamanan, jumlah kasus kriminalitas menurun dari 2.450 kasus pada 2021 menjadi 2.156 kasus pada 2023. Tidak hanya itu, indeks kebahagiaan masyarakat Semarang tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah, yaitu sebesar 71,2 pada 2023.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah banjir rob yang masih terjadi hingga 15 hari per tahun di kawasan pesisir. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana meningkatkan kemitraan CSR di bidang lingkungan dan melaksanakan program pelatihan teknologi bagi 1.000 pemuda pada 2024.
“Kami percaya bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama untuk menjadikan Kota Semarang lebih kondusif dan nyaman untuk semua,” ujar Suharsono (20/05/2025).
Fraksi PKS DPRD Kota Semarang terus mendukung upaya ini melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.












