SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar acara bertema “Pemanfaatan Digitalisasi untuk Pemasaran dan Transaksi Keuangan bagi Pelaku Usaha” yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Semarang Barat, Jumat (23/5).
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, kerap disapa Joko, yang juga merupakan anggota DPRD Dapil VI dari Fraksi PKS. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya transformasi digital sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Digitalisasi memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” ujar Joko.
Beliau memaparkan bahwa pemasaran digital kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal seperti e-commerce, marketplace, dan media sosial. Menurutnya, strategi seperti Search Engine Optimization (SEO), digital ads, dan Customer Relationship Management (CRM) menjadi kunci dalam mempertahankan loyalitas pelanggan serta meningkatkan penjualan.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo juga menjelaskan pentingnya transaksi keuangan digital. Ia menyebutkan berbagai metode pembayaran modern seperti e-wallet, QR Code, hingga penggunaan software akuntansi digital untuk pencatatan transaksi keuangan yang lebih transparan dan efisien.
“UMKM kini dapat memanfaatkan aplikasi seperti BukuKas, Majoo, atau Jurnal by Mekari yang tidak hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga terintegrasi dengan sistem pembayaran digital,” tambahnya.
Lebih lanjut, Joko juga menyinggung pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan pemasaran digital sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023, khususnya terkait transparansi iklan, perlindungan konsumen, dan etika penggunaan data pelanggan.
Dengan penyelenggaraan acara ini, diharapkan pelaku usaha lokal di Kota Semarang dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu bertahan dan bersaing di era digital.










