Pojok Fraksi

Siti Roika Dorong Pemkot Semarang Segera Bebaskan 10.332 Ijazah yang Masih Tertahan

Semarang– Program 100 hari pembebasan ijazah yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih terus berproses. Saat ini, sebanyak 37 sekolah telah berkomitmen bekerja sama dengan Wali Kota Semarang untuk melepaskan ijazah yang ditahan.

Namun, masih terdapat 10.332 lembar ijazah tertahan di 407 sekolah lainnya, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemkot.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Siti Roika, mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu unggulan pemkot, meski membutuhkan anggaran tidak sedikit.

“Program ini menjadi program unggulan, namun memang berproses karena anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit,” ujarnya (10/6).

Ika menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, untuk membahas langkah percepatan program ini.

Saat ini, pemkot masih memprioritaskan penanganan di 37 sekolah yang telah berkomitmen, dengan pembebasan biaya yang akan diangsur atau ditanggung pemkot.

“Untuk sekolah lainnya, prosesnya akan terus berjalan selama masa jabatan Wali Kota Semarang, yaitu dalam lima tahun ke depan,” jelas Ika.

Program pembebasan ijazah ini dinilai penting untuk memastikan hak pendidikan siswa terpenuhi, terutama bagi mereka yang terkendala biaya. Diharapkan, dengan komitmen pemkot, seluruh ijazah yang masih tertahan dapat segera dibebaskan secara bertahap.

Pemkot Semarang akan terus berkoordinasi dengan sekolah dan pihak terkait untuk memastikan program ini berjalan efektif, meski memerlukan waktu dan penyesuaian anggaran.