Pojok Fraksi

Ingatkan Keamanan Sosial, Joko Widodo: Rasa Bahagia Jadi Kunci Utama

SEMARANG – Joko Widodo, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Fraksi PKS memberi pengingat kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan kondusifitas lingkungan.

Hal tersebut ia sampaikan pada acara Diskusi Panel bertema “Kewaspadaan Dini Masyarakat Dalam Menjaga Kondusifitas di Kota Semarang” yang digelar di Aula Kelurahan Petompon, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Joko mengawali dengan mengajak masyarakat menjaga kebahagiaan sebagai fondasi keamanan sosial. Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat yang positif dapat meminimalisasi potensi konflik.

“Persoalan keamanan di masyarakat itu harus dimulai dengan rasa bahagia. Jika ada yang tidak bahagia, itu bisa menjadi bibit kerawanan sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebahagiaan harus diarahkan pada hal-hal yang positif, seperti mempererat silaturahmi antarwarga.

Selain itu, legislator yang akrab disapa Jokowi ini mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia mencontohkan kasus ditemukannya pabrik narkoba di wilayah Ngaliyan yang luput dari perhatian warga karena minimnya interaksi sosial.

“Kita harus saling mengenal dan peduli. Kadang di perumahan orang tidak saling tegur sapa, sehingga hal-hal berbahaya bisa terjadi tanpa disadari,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lingkungan. Menurutnya, kerusakan kecil yang dibiarkan dapat memicu bencana seperti tanah longsor.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber, khususnya yang menyasar anak-anak dan masyarakat umum melalui media sosial. Ia mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak di dunia digital.

“Aktivitas anak yang mulai tertutup perlu diantisipasi. Selain itu, jangan mudah percaya pada pesan dari orang tidak dikenal atau tautan mencurigakan di media sosial,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Ia mengingatkan agar masyarakat belajar dari pengalaman masa lalu, di mana konflik sosial justru merugikan masyarakat kecil.

“Mari kita jaga keamanan bersama, mulai dari keluarga. Tetap rukun dan jangan mudah terpancing emosi,” pungkasnya.