SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai mitra kritis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Posisi ini berarti PKS siap mendukung program pembangunan yang baik, tetapi juga akan memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ali Umar Dhani, menjelaskan bahwa partainya tidak memosisikan diri sebagai oposisi. “PKS itu mitra kritis pemerintah kota. Jadi, kami bukan oposisi. Kalau ada ikprogram-program baik di Kota Semarang, PKS siap mendukungnya,” kata Ali Umar Dhani pada Minggu. (19/10)
PKS berkomitmen untuk membantu merealisasikan berbagai janji politik Wali Kota Semarang, termasuk program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Salah satu fokus utama yang saat ini didorong PKS adalah pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren. Hal ini juga merupakan pesan yang dititipkan oleh Wali Kota.
“Ibu Wali juga menitipkan pesan soal Perda Pesantren. Menjelang Hari Santri, kami ingin agar pemerintah kota dan PKS bisa sama-sama mendorong dan menyukseskan perda tersebut,” imbuhnya.
Ali Umar Dhani juga menyoroti adanya regenerasi kepengurusan, di mana sekitar 60 persen pengurus PKS Kota Semarang adalah anak muda di bawah usia 40 tahun. Hal ini merupakan upaya PKS untuk merangkul generasi muda, terutama karena mereka akan mendominasi Pemilu mendatang. “Bonus demografi sudah di depan mata. Pemilih muda akan mendominasi Pemilu mendatang, jadi program-program kepemudaan memang harus mendapat dukungan,” tegasnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang ditawarkan oleh PKS dan menyambut positif proses regenerasi di tubuh partai tersebut, berharap hal ini akan memperkuat sinergi dalam memajukan pembangunan kota.












