SEMARANG – Persoalan sampah perkotaan menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Dini Inayati. Guna menangani masalah tersebut langsung dari sumbernya, Dini memfasilitasi kegiatan pelatihan budidaya maggot (belatung lalat Black Soldier Fly) bersama warga RW 02 Kelurahan Sendangmulyo, pada Sabtu (17/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mendorong pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Dini menilai bahwa pengelolaan sampah organik adalah kunci utama dalam manajemen kebersihan kota. Pasalnya, komposisi sampah organik masih mendominasi total produksi sampah harian di Kota Semarang.
“Sampah organik itu jumlahnya lebih dari 50 persen dari total volume sampah. Jika bisa diolah sejak dari rumah dan lingkungan RW, maka beban TPS dan TPA akan jauh berkurang,” ujar Dini di sela-sela kegiatan.
Melalui budidaya maggot, sampah sisa makanan dan bahan organik lainnya dapat terurai dengan cepat tanpa menimbulkan bau yang menyengat jika dikelola dengan teknik yang tepat.
Lebih lanjut, legislator PKS ini menjelaskan bahwa budidaya maggot dipilih karena relatif mudah diterapkan oleh masyarakat awam. Selain fungsi utamanya mengurai sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai pakan ternak, ikan, maupun pupuk organik (kasgot).
Namun, bagi Dini, poin terpenting bukan hanya pada nilai ekonominya, melainkan pada perubahan perilaku masyarakat.
“Budidaya maggot ini bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi juga membangun kesadaran warga agar terbiasa memilah sampah dari rumah. Dari sampah yang selama ini dibuang begitu saja, justru bisa menghasilkan manfaat,” tambahnya.
Dini sangat mengapresiasi antusiasme warga RW 02 Sendangmulyo yang proaktif mengikuti kegiatan ini. Ia berharap inisiatif pengolahan sampah berbasis komunitas ini dapat menjadi pilot project yang sukses.
“Kalau program seperti ini bisa berjalan di banyak RW, saya yakin persoalan sampah di Kota Semarang bisa ditangani lebih efektif,” pungkas Dini.










