Pojok Fraksi

Dini Inayati Tegaskan Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Tapi Penanggungjawab Dunia Akhirat

SEMARANG – Dini Inayati, Anggota DPRD Kota Semarang, menyampaikan materi tentang peran vital seorang ayah dalam keluarga pada kegiatan Training for Trainer (TFT) Materi Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) yang digelar di Hotel Nusatu, Rabu (9/7).

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa seorang ayah memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sekadar mencari nafkah, yakni menjadi penanggungjawab keluarga, dunia dan akhirat.

Dini menjelaskan bahwa peran ayah dalam keluarga mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan. Pertama, ayah sebagai penanggungjawab spiritual keluarga, membimbing anak untuk mengenal dan dekat dengan Allah, berakhlak mulia, memahami syariat, hingga mengantar keluarga menuju surga. Kedua, ayah sebagai teladan dalam keseharian. Ketiga, ayah sebagai tempat pulang dan sumber kasih sayang bagi seluruh anggota keluarga.

“Engkaulah penanggungjawabku, dunia akhirat. Ayah bukan hanya hadir secara fisik, tetapi harus hadir secara nilai membimbing, mengarahkan, dan menjadi contoh nyata bagi anak-anaknya setiap hari,” ujar Dini.

Ia juga menyoroti hubungan erat antara cara ayah memperlakukan ibu dengan kebahagiaan anak. Menurutnya, kebahagiaan seorang anak sering kali dimulai bukan dari berapa banyak waktu yang dihabiskan bersama anak, melainkan dari bagaimana seorang ayah memuliakan dan mencintai ibunya.

Menurut Dini Anak belajar tentang cinta untuk pertama kalinya dari apa yang ia saksikan di dalam rumahnya sendiri.

“Kadang pengabdian terbaik seorang ayah bukan hanya soal bermain dengan anak, tapi bagaimana ia memperlakukan ibu mereka. Dari situlah anak belajar tentang kasih sayang, hormat, dan cinta yang sesungguhnya,” jelasnya.

Dini juga mengingatkan bahwa seorang ayah adalah tempat ketaatan pertama setelah Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, setiap ayah memiliki kewajiban untuk terus memberikan keteladanan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan, bukan hanya di momen-momen besar, tetapi dalam hal-hal kecil yang disaksikan anak setiap harinya.

“Engkau adalah tempatku untuk ta’at setelah Allah dan Rosulnya. Maka jadilah ayah yang layak untuk ditaati bukan karena jabatan, tapi karena akhlak dan keteladananmu,” tegasnya.