Pojok Fraksi

Bukan Cuma Tugas Pemerintah! Suharsono Ungkap Kunci Sukses Ketahanan Masyarakat Semarang

SEMARANG – Ketahanan masyarakat tidak bisa dibangun oleh pemerintah seorang diri. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Suharsono, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel Penguatan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan ini mengangkat tema “Membangun Ketahanan Masyarakat melalui Sinergi Pemerintah, Tokoh Agama, dan Masyarakat”.

Dalam paparannya, Suharsono menyampaikan bahwa ketahanan masyarakat mencerminkan kapasitas suatu komunitas untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan tumbuh di tengah berbagai tantangan zaman.

“Ketahanan ini tidak bisa lahir dari satu pihak saja. Perlu sinergi nyata antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suharsono memaparkan tiga pilar utama dalam membangun ketahanan tersebut. Pemerintah, menurutnya, berperan menyediakan kebijakan strategis, mengalokasikan anggaran yang proporsional, membangun infrastruktur publik, meningkatkan kapasitas pelayanan, serta melakukan evaluasi program secara berkala.

Sementara itu, tokoh agama dinilai memiliki peran yang tidak kalah krusial, yakni menjadi teladan, mendorong dialog antarumat, mengorganisasi kegiatan sosial, hingga memberikan pendidikan keagamaan yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam program yang disusun, membangun jaringan sosial yang kuat, serta konsisten mengedukasi diri dan lingkungan sekitarnya.

“Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ketika pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat berjalan beriringan, tidak ada tantangan yang tidak bisa dihadapi bersama,” tegas Suharsono.