SEMARANG — Puluhan pelaku usaha mikro di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, mengikuti Pelatihan Kursus Singkat Batch 2 yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama Dprd Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, membawakan materi bertajuk “Strategi Pemasaran: Memahami Pasar, Membangun Nilai, dan Memenangkan Persaingan”. Ia menegaskan, jualan yang laku bukan lagi tolok ukur satu-satunya keberhasilan usaha di era sekarang.
“Strategi pemasaran yang baik bukan hanya tentang menjual, tetapi tentang menciptakan nilai dan membangun hubungan,” ujar Suharsono.
Suharsono mengajak peserta memetakan usahanya lewat analisis SWOT sederhana. Menurutnya, pelaku usaha mikro Semarang sebenarnya punya modal kuat berupa kedekatan dengan pelanggan dan keunikan lokal, namun masih tertinggal dalam hal visibilitas digital.
“Peluang besar ada di depan mata kita, mulai dari tumbuhnya kelas menengah kota hingga tren digitalisasi yang makin merata. Tinggal bagaimana kita berani menangkapnya,” katanya.
Lebih jauh, Suharsono memperkenalkan tujuh unsur bauran pemasaran atau 7P, mulai dari produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, hingga bukti fisik usaha, sebagai satu kesatuan yang harus dijalankan bersamaan agar usaha mikro benar-benar siap bersaing.
Ia juga mengingatkan pentingnya beradaptasi dengan tren pemasaran digital ke depan, termasuk memanfaatkan kreator lokal berskala kecil yang dinilai lebih dipercaya ketimbang kampanye viral sesaat.
“Storytelling yang jujur dan kolaborasi dengan kreator lokal jauh lebih membekas di hati konsumen, dibanding sekadar viral sesaat,” ujarnya.
Tak lupa, Suharsono menekankan pentingnya etika dalam berbisnis, khususnya di ranah digital. Ia meminta pelaku usaha mikro menjauhi praktik manipulatif dan menjaga kejujuran dalam menyampaikan informasi produk kepada konsumen.
“Kepercayaan yang dibangun lewat kejujuran akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang, dibanding keuntungan sesaat dari cara-cara yang manipulatif,” tegasnya.
Suharsono berharap, melalui pelatihan ini para pelaku usaha mikro di Gondoriyo dan sekitarnya semakin percaya diri mengembangkan usahanya, baik secara konvensional maupun digital, sehingga mampu naik kelas dan turut menggerakkan roda perekonomian Kota Semarang.












