SEMARANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengajak warga Semarang Selatan untuk mendukung pengembangan Semarang Zoo. Ajakan ini disampaikan untuk meningkatkan kesadaran konservasi satwa dengan konsep edukasi dan rekreasi.
Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Kecamatan Semarang Selatan pada Selasa (13/8), Joko Widodo menyoroti minimnya tempat hiburan di Kota Semarang.
“Area hiburan seperti tempat wisata, musik, theme park, taman hiburan, dan kuliner di Kota Semarang masih kurang berkembang,” ujarnya.
Dengan revitalisasi Semarang Zoo, diharapkan kota ini tidak hanya memiliki tempat konservasi satwa yang edukatif, tetapi juga destinasi rekreasi yang menarik bagi semua kalangan usia. Rencana pengembangan ini melibatkan peran aktif dari BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Pemerintah Kota Semarang.
Joko Widodo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan potensi besar Semarang Zoo agar bisa menjadi tempat hiburan yang edukatif sekaligus ikon baru bagi Kota Semarang.
“Dukungan dari warga menjadi kunci sukses dalam mewujudkan Semarang Zoo yang lebih berkembang,” tegasnya.
Antusiasme warga terlihat jelas, dengan berbagai dukungan dan saran konstruktif untuk meningkatkan kualitas kebun binatang. Rencana ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas layanan, koleksi satwa, dan program edukasi.
Keberhasilan Semarang Zoo selama pandemi juga menjadi catatan positif. Kebun binatang ini berhasil menunjukkan ketangguhannya dengan tidak melakukan subsidi silang antara pakan satwa herbivora dan karnivora. Semarang Zoo juga telah menjadi percontohan sanitasi se-Pulau Jawa, yang membuktikan komitmen tinggi terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, Semarang Zoo berpotensi menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi kota-kota lain.










