SEMARANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengingatkan agar pemerintah kota mempersiapkan infrastruktur sebelum sepenuhnya beralih ke bus listrik untuk layanan bus Trans Semarang.
Ia menyebut kondisi geografis Kota Semarang yang kerap dilanda banjir harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menyiapkan jalur operasional bus listrik. Beberapa jalur menurutnya melewati daerah yang rawan terkena banjir.
“Memang pemerintah harus memperhatikan jalur-jalur yang biasa banjir itu yang mana. Di wilayah Simpanglima sampai ke Pedurungan itu kan wilayah yang lebih rendah, sehingga perlu dipersiapkan jalur yang akan dilalui bus listrik. Jangan sampai bus listrik itu terkena banjir,” ungkapnya, (09/3/2026).
Sebelum menjalankan layanan bus listrik, Agus meminta kepada perangkat daerah agar dapat memastikan sistem drainase dan kondisi jalan di jalur operasional bus listrik dalam kondisi baik. Hal ini dinilai penting agar operasional transportasi tidak terganggu saat terjadi banjir. Dirinya juga menyebutkan bahwa biaya operasional untuk bus listrik lebih mahal dari bus konvensional.
“Biaya operasional kendaraan (BOK) bus listrik hampir separuhnya dari bus konvensional,” terangnya.
Meski begitu, Agus menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan bus listrik sebagai bagian dari pengembangan Semarang menjadi kota metropolitan yang ramah lingkungan.
“Ini kan program Bu Wali. Ya monggo, program Pemerintah Kota Semarang tentu kita di DPRD mendukung. Cuma memang harus dipastikan penggunaan bus listrik itu bisa awet, sehingga jalurnya dipersiapkan agar tidak terkena banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus juga menyinggung kondisi sejumlah armada Trans Semarang yang memprihatinkan, termasuk insiden terbaru soal bus yang terbakar.
Ia menyebut pihaknya telah bertemu dengan para operator Trans Semarang untuk membahas berbagai persoalan yang ada. Ke depan, akan ada perbaikan melalui pengadaan sekitar 130 unit bus baru, termasuk bus listrik.
“Ya, mudah-mudahan dengan penggantian bus-bus yang baru ini pelayanan lebih baik dan lebih maksimal. Kita juga menyampaikan ke Dishub agar pengawasan terhadap bus-bus Trans Semarang lebih ditingkatkan,” imbuhnya.












