SEMARANG — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana kebakaran di Kota Semarang dinilai masih perlu terus ditingkatkan, terutama di kawasan padat penduduk. Hal itu mengemuka dalam agenda Pelatihan Penanganan Awal pada Kebakaran yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Rejosari.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Siti Roika, menyatakan bahwa pemahaman mengenai mitigasi dan langkah darurat saat terjadi kebakaran di tingkat warga masih harus diperkuat.
Menurut dewan yang akrab di panggil Ika, inisiatif pelatihan yang bersumber dari program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Dewan ini bertujuan meminimalkan risiko kerugian maupun korban sebelum petugas tiba di lokasi.
“Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada masyarakat. Kita ingin warga memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran sehingga dapat bertindak dengan cepat, tepat, dan aman,” ujar Ika pada Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, konsep ideal dari simulasi ini adalah memberikan edukasi langsung mengenai penyebab umum kebakaran, cara pencegahan, hingga penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Secara praktik, warga diajarkan untuk tidak panik dan mampu melakukan pemadaman mandiri pada skala kecil.
Kondisi kesiapsiagaan ini dinilai krusial, karena penanganan yang terlambat di menit-menit pertama sering kali menjadi pemicu membesarnya api sebelum armada pemadam kebakaran sampai di tempat kejadian. Agenda ini turut menghadirkan tim ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Siswanto, yang memberikan materi serta mendampingi praktik langsung di lapangan.
Ika berharap kegiatan stimulan seperti ini nantinya mampu membangun budaya sadar keselamatan yang lebih masif, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan keselamatan lingkungan di wilayah permukiman Kota Semarang saat ini.
“Tujuan utama dari kebijakan Pokir ini adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh, sehingga masyarakat Kelurahan Rejosari khususnya, semakin siap dan sigap terhadap risiko bencana,” jelasnya.
Ia pun berharap program edukasi kebencanaan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh jajaran dinas terkait, agar memberikan kepastian keselamatan serta manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesejahteraan hidup masyarakat Kota Semarang di masa mendatang.










