Muhammad Afif Minta Penanganan Kejadian banjir Dinas Indah Segera Dilakukan

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat untuk menangani permasalahan terkait dampak banjir di Perum Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, yang terjadi pada Minggu, (17/1/2021).

Ada sebanyak 33 rumah warga di Perum Dinar Indah yang terkena dampak banjir akibat luapan Sungai Pengkol. Saat ini, Pemkot Semarang melakukan penanganan sementara bagi warga yang terdampak banjir, di antaranya melalui BPBD, DLH, PU dan PDAM, Dinas Sosial serta BWWS Pemali-Juana.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, saat ini air di lokasi banjir telah surut.

“Air lewat, dampaknya air banjir membawa lumpur ke rumah-rumah warga dan jalan di Perum Dinar Indah, banjir ini akibat luapan Kali Pengkol yang hulunya dari sungai Melueh, Ungaran,” ungkapnya, saat meninjau di lokasi banjir, Senin, (18/1/2021).

Saat ini, pihaknya telah meminta DLH untuk membersihkan lumpur dan sampah di lokasi yang terkena banjir. Pihaknya juga meminta BPBD untuk membantu sembako, dan peralatan mandi bagi warga.

“Ada tiga mobil Damkar yang membantu menyemprot timbunan lumpur. Kami juga pasok kebutuhan warga yang sangat mendesak, seperti konsumsi, peralatan mandi, sikat gigi, sabun cuci,” imbuh Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang.

Kemudian, kebutuhan anak-anak juga dibantu, seperti buku-buku paket sekolah, kuota internet, dan buku tulis.

“Karena semuanya kan buku dan alat tulis ikut terendam banjir, saya minta Dinas Pendidikan untuk membantu juga,” katanya.

Untuk penanganan sementara, Pemkot Semarang berkoordinasi dengan PU dan BWWS Pemali -Juana, untuk mengecek tanggul Kali Pengkol.

“Sementara ini yang kami lakukan adalah untuk memperkuat parapet atau peninggian tanggul. Mengingat musim hujan masih cukup lama dan curah hujan juga masih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta penanganan kejadian banjir di Perum Dinas Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang bisa segera dilakukan.

Yaitu dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tim relawan, semua elemen masyakarat, serta relasi masyarakat setempat.

“Penanganannya tidak hanya diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang semata, karena musibah banjir perlu dukungan semua pihak untuk saling membantu,” terangnya.

Sebenarnya, kata Afif, saat tanggap bencana banjir, perlu adanya rasa empati, kebersamaan, dan kekompakan dari semua elemen masyarakat.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Karena saat ini masih musim hujan. Maka kesigapan tim relawan, elemen masyarakat harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dengan adanya kejadian banjir ini, Pemkot Semarang juga dituntut antisipasi melakukan bagaimana musibah itu terulang.

“Misalnya memperkuat tanggul atau melakukan penanganan lain untuk antisipasi dan pencegahan agar tak lagi banjir,” terangnya.

Sumber: halo semarang